KRITIK DAN SARAN

13 Januari 2014
Norma Kumala Dewi
Saya dari PT.Endo Indonesia importir & Distributor exclusive Laparoscopy Tontara . . . .

27 Juli 2013
Putu Iwan
kami dari mapanmajucreative, menawarkan jasa sewa proyektor, bagi rekan2 dokter . . . .
ARTIKEL

ANGINA PEKTORIS STABIL
04 April 2015

Angina Pektoris adalah nyeri dada yang timbul karena iskemia miokard, terjadi bila suplai oksigen tidak dapat memenuhi kebutuhan miokard. Kebutuhan oksigen ditentukan oleh laju denyut jantung, kontraktilitas ventrikel kiri dan tegangan dinding diastolik, sehingga kebutuhan meningkat saat latihan, hipertensi, dan dilatasi ventrikel kiri.

Angina Pektoris Stabil (APS) merupakan sindrom klinik yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di dada atau substernal agak ke kiri, yang menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung kiri sampai dengan lengan kiri dan jari-jari bagian ulnar. Keluhan ini dipicu oleh strees fisik ataupun emosional atau udara dingin; hilang dengan istirahat atau pemberian nitrogliserin.

DIAGNOSIS

1.      Keluhan:

Keluhan nyeri biasanya tumpul seperti rasa tertindih atau berat di dada, rasa desakan yang kuat dari dalam atau di bawah diafragma, diremas-remas atau dada seperti mau pecah. Nyeri tidak berhubungan dengan pernafasan atau gerakan dada ke kiri dan ke kanan. APS mempunyai ciri khas, yaitu nyeri dada berlangsung kurang dari 20 menit.

2.      Pemeriksaan fisik:

Pada pemeriksaan fisik, sering tidak ditemukan kelainan berarti. Pada auskultasi jantung, khususnya sewaktu sakit dada berlangsung, bisa terdengar suara jantung tiga (S3) atau empat (S4) karena adanya disfungsi sementara ventrikel kiri. Bisa juga terdengar murmur regurgitasi mitral akibat disfungsi otot papilaris sewaktu iskemia miokard terjadi. Adanya ronkhi basah di basal kedua paru mungkin saja mengindikasikan adanya gagal jantung kongestif.

3.      Pemeriksaan Penunjang:

-          EKG dalam keadaan istirahat : terjadi perubahan segmen ST/gelombang T yang menunjukkan penyakit arteri koroner yang mendasari, namun seringkali normal.

-          Exercise Stress Test (pasien berlatih pada level aktivitas yang meningkat secara progresif pada treadmill) :

·         Elevasi atau depresi segmen ST

·         Aritmia

·         Penurunan Tekanan Darah

·         Miokard Iskemik yang ditunjukkan oleh Thalium-201 atau pencitraan MIBI

-          Angiografi: menunjukkan penyakit arteri koroner

 

PENATALAKSANAAN

            Penatalaksanaan angina dirancang untuk mengontrol gejala, mengurangi faktor risiko yang mendasari dan memperbaiki prognosis. Penatalaksanaannya meliputi terapi medikamentosa dan tindakan revaskularisasi baik non bedah (angioplasti) atau dengan bedah pintas koroner.

            Pengontrolan gejala meliputi penggunaan nitrovasodilator, bloker ß adrenoreseptor dan antagonis kanal Ca. Meminimalisir faktor risiko meliputi: melakukan aktivitas fisik 30-45 menit/hari minimal 5 hari/minggu, memiliki berat badan dengan Indeks Masa Tubuh 18,5-24,9 kg/m², berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, mengendalikan Tekanan Darah, memanajemen lipid, manajemen diabetes.

           Revaskularisasi koroner dalam menurunkan kejadian serangan jantung dan kematian telah diterima secara luas, khususnya untuk mencegah sindrom koroner akut. Namun manfaat revaskularisasi koroner pada angina pektoris stabil, khususnya terkait kematian dan infark masih menjadi kontroversi.

 

Penulis : dr. Ni Made Anggaraeni

Sumber foto:sehati11022012.blogspot.com

 



 
Copyright © 2010 IDI Jembrana. All Rights Reserved. Maintained by rumahmedia