KRITIK DAN SARAN

13 Januari 2014
Norma Kumala Dewi
Saya dari PT.Endo Indonesia importir & Distributor exclusive Laparoscopy Tontara . . . .

27 Juli 2013
Putu Iwan
kami dari mapanmajucreative, menawarkan jasa sewa proyektor, bagi rekan2 dokter . . . .
ARTIKEL

Perdarahan Subkonjungtiva
17 Januari 2015

Konjungtiva merupakan membran mukosa transparan, tipis, dan lembab, yang membungkus bagian anterior sklera dan bagian posterior palpebra. Di dalamnya, banyak terdapat saraf dan pembuluh darah kecil yang rapuh. Pembuluh darah ini akan nampak lebih jelas saat terjadi vasodilatasi akibat proses inflamasi. Pembuluh darah ini dapat pecah dan menyebabkan perdarahan di bawah konjungtiva yang disebut perdarahan subkonjungtiva.

            Kebanyakan pedarahan subkonjungtiva terjadi secara spontan. Seringkali perdarahan ini disadari saat sedang bercermin atau justru diperhatikan orang lain saat memandang kita. Hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan subkonjungtiva seperti misalnya akibat batuk, bersin, mengejan atau menggosok mata. Namun, perdarahan ini juga dapat terjadi secara tidak spontan akibat adanya trauma, perdarahan pasca tindakan operatif, adanya penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes dan gangguan faktor pembekuan.

            Seringkali gejala muncul tanpa adanya keluhan. Tidak terdapat nyeri dan gangguan fungsi pengelihatan yang menyertai. Rasa tidak nyaman, penuh dan mengganjal kadang dikeluhkan. Pada pemeriksaan fisik akan nampak perdarahan pada sklera berwarna merah terang atau merah tua. Proses peradangan dapat terjadi, namun biasanya tidak berat. Perdarahan juga dapat meluas dalam 24 jam pertama, namun setelahnya mulai berkurang karena proses absorpsi.  

Terjadinya perdarahan subkonjungtiva seringkali meresahkan dan membuat pasien khawatir. Padahal darah akan diabsorpsi secara alamiah dalam 1-2 minggu. Sehingga penting dilakukan edukasi yang baik untuk menenangkan pasien. Selain itu dapat diberikan kompres dingin, vasokontriktor untuk mencegah perluasan perdarahan dan artificial tears untuk mengatasi iritasi.

Apabila perdarahan subkonjungtiva disertai nyeri, gangguan fungsi pengelihatan atau terjadi pada pasien dengan riwayat hipertensi, trauma pada mata dan gangguan faktor pembekuan sebaiknya dirujuk kepada dokter spesialis untuk pemeriksaan dan penatalaksanaan lebih lanjut.. 

Penulis : dr. Ni Made Gita Saraswati, S.Ked

 

sumber foto: 144penyakit.blogspot.com



 
Copyright © 2010 IDI Jembrana. All Rights Reserved. Maintained by rumahmedia