KRITIK DAN SARAN

13 Januari 2014
Norma Kumala Dewi
Saya dari PT.Endo Indonesia importir & Distributor exclusive Laparoscopy Tontara . . . .

27 Juli 2013
Putu Iwan
kami dari mapanmajucreative, menawarkan jasa sewa proyektor, bagi rekan2 dokter . . . .
ARTIKEL

Mengenal Diabetes Militus Lebih Dekat
30 September 2013

Diabetes Militus (DM) yang dalam bahasa awamnya dikenal dengan istilah kencing manis merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang penderitanya semakin hari semakin meningkat, menurut WHO pada tahun 2003 penderita DM di indonesia mencapai 13,7 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2030 meningkat menjadi 21,3 juta orang, kondisi ini menjadikan Indonesia menduduki pringkat ke-4 di dunia sebagai negara dengan populasi pengidap DM tertinggi setelah India, Cina dan Amerika Serikat .Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 angka prevalensi DM di indonesia sebesar 5,7 % dari total seluruh penyakit tidak menular yang tercatat. Penderita DM dewasa ini tidak hanya terjadi pada orang yang berpenghasilan tinggi tetapi juga terjadi pada orang dengan penghasilan menengah maupun rendah baik yang bermukim di perkotaan maupun pedesaan.

Definisi

            DM didinifinisikan sebagai penyakit menahun yang timbul pada seseorang dikarenakan adanya peningkatan kadar gula atau glukosa darah hingga lebih dari 126 mg/dl pada saat puasa dan lebih dari 200mg/dl pada saat pemeriksaan darah sewaktu akibat kekurangan insulin baik obsolut maupun relatif. Berdasarkan penyebabnya DM dapat dibedakan menjadi DM tipe 1 merupakan jenis DM yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat kerusakan sel beta pankreas karena sebab tertentu yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali sehingga penderita membutuhkan tambahan insulin dari luar. DM tipe 1 sangat jarang ditemukan di Indonesia dan data yang ada diberbagai Negara menunjukan bahwa kasus DM tipe 1 pada negara yang letaknya semakin jauh dari katulistiwa, DM tipe 2 merupakan jenis DM yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah akibat menurunya sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau terjadi resistensi insulin pada penderita. DM tipe 2 di Indonesia merupakan jenis DM dengan kasus tertinggi dimana penderita DM tipe ini mencapai 90% dari semua populasi DM, DM tipe Gestasional merupakan jenis DM yang ditemukan pada wanita hamil, DM tipe ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang seringkali ditemukan pada usia 24 minggu masa kehamilan dan akan normal kembali setelah melahirkan, DM tipe lainnya ini merupakan DM yang paling jarang ditemukan DM tipe ini ditandai dengan kenaikan kadar gula darah akibat kelainan genetik, reaksi imunologi dan obat-batan atau zat kimia

Faktor Resiko DM

            Secara garis besar ada dua faktor resiko utama yang menyebabkan seseorang bisa terkena DM yakni Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi, faktor resiko jenis ini merupakan faktor resiko yang tidak bisa kita intervensi, faktor resiko jenis ini meliputi Riwayat Keluarga, sebuah penelitian menunjukan bahwa bila salah satu orangtua menderita DM maka diperkirakan keturunanya memiliki resiko mengidap DM sebesar 15%, bila kedua orangtuanya mengidap DM maka resiko keturunanya mengidap DM mengingkat menjadi 75% dan bila dalam keluarga ada yang mengidap DM maka saudara kandungnya memiliki resiko sebesar 10% untuk mengidap DM, Umur, berdasarkan riset usia ≥45 th harus melakukan pemerikasaan gula darah secara berkala karena seiring usia diperkirakan fungsi organ pankreas akan mengalami penurunan. Riwayat persalinan ibu, riwayat ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4000 gr atau pernah memiliki riwayat DM Gestasional. Riwayat lahir, seseorang yang  lahir dengan berat badan lahir rendah yakni kurang dari 2500 gr akan memudahkan dia terkena DM, hal ini dimungkinkan karena bayi dengan berat badan lahir rendah memilkiki resiko kerusakan pankreas yang berpengaruh terhadap terganggunya produksi insulin. Ras dan Etnikras dan etnis tertentu memiliki tipe DM yang berbeda.Faktor resiko yang lain adalah Faktor resiko yang dapat dimodifikasi, faktor resiko ini bisa kita intervensi dan berdasarkan data, intervensi yang dilakukan terhadap faktor resiko ini bisa menurukan kemungkinan seseorang menderita DM serta membantu penderita untuk mengendalikan kadar gula darahnya, adapun yang termasuk faktor resiko ini antara lain Berat badan lebih dengan indeks massa tubuh lebih dari 23% (Indeks Massa Tubuh = berat badan dalam KG dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter dikali 100%) Kurang aktivitas fisik, Hipertensi  (dengan tekanan darah lebih dari 140 mmHg), Gangguan kadar lemak (lipid) dimana kolesterol HDL kurang dari 35 mg/dl atau Trigliserida lebih dari 250 mg/dl, Diet yang tidak sehat dengan tinggi gula dan rendah serat

Gejala DM

            Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan melalui wawancara terarah oleh dokter seringkali ditemukan keluhan yang khas pada penderita DM. Sering kencing, sering minum, cepat lapar  serta berat badan yang menurun tanpa sebab yang jelas merupakan gejala klasik yang sering kali ditemukan pada penderita DM. Keluhan lain yang mungkin timbul pada penderita DM adalah kesemutan, gatal pada daerah kemaluan, keputihan, infeksi sulit sembuh, bisul yang hilang timbul, mata kabur serta cepat lelah. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium biasanya ditemukan kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dLatau gula darah puasa ≥ 126 mg/dL

Komplikasi

            Komplikasi yang mungkin timbul pada penderita DM sangat beragam mulai dari penurunan kadar gula yang sifatnya cepat (hipoglikemi), penyakit jantung dan pembuluh darah, gagal ginjal, gangguan pengelihatan, impotensi, ulkus kaki, dan gangren

Pengobatan DM

            DM adalah penyakit yang hanya bisa dikendalikan, adapun prinsip dalam pengendalaian gula darah pada penderita DM antara lain. Edukasi dengan edukasi yang benar, penderita DM akan lebih paham penyakitnya dan akan lebih termotivasi untuk berjuang untuk tetap sehat. Pengelolaan Diet, prinsip pengelolaan diet adalah diet sehat seimbang dan pengukuran berat badan, pada penderita DM sesungguhnya tidak ada makanan yang dilarang, tetapi hanya dibatasi jumlah dan jenisnya, serta diatur sesuai jadwal, pada penderita DM komposisi makanya meliputi 45-65% karbohidrat, 10-20% protein dan 20-25% lemak. Aktifitas fisik. Olah raga merupakan salah satu cara yang hingga saat ini masih terbukti efektif dalam membantu pengobatan penderita DM, dalam berolah raga diharapkan penderita DM melakukanya secara Continue (berkesinambungan seminggu 3 kali dengan durasi antara 20-30 menit), Ritmical (latiahan yang dipilih adalah jenis latihan yang berirama seperti jalan kaki dan joging) Intrval (latihan dengan selang seling gerakan misalnya jalan cepat diselingi dengan jalan lambat) progressive ( latihan dilakukan secara bertahap dari ringan hingga mencapai target yaitu 75-85% dari denyut nadi maximum (denyut nadi maximum = 220-umur)) dan endurance (latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi misalnya jalan dan joging). Pengobatan dengan obat-obatan kimia, dewasa ini banyak obat yang berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan gula darah pasien DM  seperti Glibenclamid, metformin ataupun insulin namun dalam penggunaanya sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter

Pencegahan DM

            DM dapat dicegah melalui metode CERDIK yakni C=Cek Kesehatan secara berkala, E=enyahkan asap rokok R=Rajin Aktivitas fisik, D=Diet Sehat I=Istirahat yang cukup dan K=Kelola stres.

Penulis:

Nama : dr Putu Dhenny Wahyu Wiguna

Instansi : Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana

Alamat : Jln Ngurah Rai 15A Negara Bali



 
Copyright © 2010 IDI Jembrana. All Rights Reserved. Maintained by rumahmedia